Benarkah Perjalanan Nuh Sampai Ke Eropa?

Sekitar 120 tahun setelah kembali dari perjalanan, Nuh mulai membagi kerajaan dan mendirikan monarki dunia. Yang pertama adalah raksasa Nembroth (Raja Namrud), putra Cush bin Cham (cucu Nuh dari Cham/Ham) dan dianggap sebagai Saturnus pertama atas Babilonia dan Asyur yang hidup damai selama 56 tahun. Beberapa tahun setelah mendirikan Babilonia, Nuh membagi empat kerajaan di Eropa antara lain:
  1. Italia dipimpin Raja Comerus Gallus (Gomer), putra sulung Yafet.
  2. Spanyol dipimpin Raja Tuball, juga disebut Inball, anak ke-15 dari Yafet.
  3. Prancis dipimpin Raja Samothes, disebut juga Dis, anak ke-4 dari Yafet. Tapi menurut Holinshed, dia anak ke-6 dari Yafet dan Raja Celtica mencakup Inggris dan Prancis.
  4. Almaign (Jerman) dipimpin Raja Tuyscon yang juga anak-anak Nuh.
Perjalanan Nuh kedua dilanjutkan ke Eropa, meninggalkan Sabatius Saga dan Nembroth (Namrud) untuk memerintah Armenia. Sabatius Saga (Saturnus) memiliki semua kerajaan bagian Bactria yang mengarah ke India (Tartaria). Dalam buku ini juga disebutkan bahwa Noe Ianus mempunyai dua kunci untuk menunjukkan bahwa dia adalah penemu gerbang dan pintu, dimana sistem penguncian membuat pekerjaan mereka semakin cepat, sehingga kuil suci dan tempat-tempat suci tidak boleh tercemar.
Bagaimana kisah perjalanan Nuh dan keturunannya? Artikel selanjutnya akan mengupas isi buku ini, termasuk kisah Ham anak Nuh yang dianugerahi sihir, Sem, Prometheus, Hercules, Osiris, Isis, 16 Titan, dan cucu Nuh lainnya yang berperang hingga mendirikan Troy.
Posted in Histories | Leave a comment

Salah Tafsir Ramalan Yunani, Raja Croesus Tewas

Para utusan raja kembali ke Sardis dan melaporkan ramalan Yunani yang memuaskan Croesus. Raja membuat persembahan korban besar untuk Apollo dan disajikan kepada peramal Phytia dengan berbagai hadiah tak ternilai.

Kemudian utusan raja bertanya kembali: “Apakah Croesus harus berbaris melawan Persia, dan jika demikian, apakah dia harus bergabung dengan barisan tentara pria sebagai temannya?”
Pythia menjawab: “Setelah melewati Halys, Croesus akan menghancurkan kerajaan besar.”
Croesus juga bertanya apakah dia akan memiliki pemerintahan yang panjang, Pythia menjawab: “Nay,… ketika seekor keledai menjadi raja Medes, melarikan diri, Lydia lemah, Hermus berkerikil, dan tidak tinggal, atau merasa malu menjadi seorang pengecut.”

Jawaban ini tidak menyenangkan Croesus, tapi tampaknya mustahil bagi seekor keledai untuk menjadi raja, dia tidak khawatir tentang ramalan Yunani itu. Akhirnya, Croesus bertanya tentang anak bisu dan tuli.
Peramal Pythia menjawab: “Anak Lydia, penguasa laki-laki, Croesus, engkau pangeran bodoh, keinginan untuk tidak mendengar ‘suara lama’ dan berdoa di Aula Tuhan untuk berbicara seorang anak bisu dan tuli. Dia akan berbicara lebih dulu pada hari yang tidak menguntungkan.”

Jawaban terakhir ini membuat Croesus kecewa, tapi karena terdorong oleh ramalan pertama bahwa dirinya akan membentuk aliansi dengan Sparta dan menyiapkan pasukan melawan Cyrus Agung. Croesus menyeberangi sungai Halys untuk menyerang Cappadocia, tapi mundur ke ibu kota Sardis setelah pertempuran sengit di Pteria. Croesus kemudian membubarkan militer, tapi Cyrus mengikutinya dengan tentara Persia dan mengepung Sardis dan menjatuhkan pemerintahannya.

Ramalan Yunani yang disampaikan Pythia menjadi jelas, Croesus memang menghancurkan sebuah kerajaan besar, dan ‘Keledai’ yang dimaksud memang seorang raja dari Media dimana Cyrus Agung lahir dari keturunan campuran (ibunya seorang putri Media, ayahnya seorang Persia) sama seperti keledai merupakan keturunan dua jenis berbeda. Nubuat Phythia ketiga terpenuhi ketika seorang tentara Persia seolah-olah seorang anak bisu dan tuli yang menyerang Raja Croesus tanpa mendengar teriakan “…jangan bunuh Croesus!” (perajurit itu tidak mendengar perintah).

Kisah nubuat Pythia kepada Nero, Kaisar Roma tahun 54 M, sudah diceritakan pada artikel terdahulu. Ramalan Phytia membuat Nero marah dan menguburnya hidup-hidup di gua suci, bersama dengan mayat para imam kuil setelah tangan dan kaki mereka dipotong. Kaisar Julian telah membuka Oracle Delphi selama pemerintahannya tahun 361 hingga 363 Masehi, dia yakin bahwa Oracle Deplhi disediakan untuk semua orang dan mengatakan:

“Melalui Oracle Apollo, sebagian besar peradaban telah muncul karena mereka telah mengungkapkan kehendak para Dewa dibidang politik serta agama, yang diatur dengan bijaksana bagi mereka yang terus mengikuti nasihatnya.”

 

Posted in Myth | Leave a comment

Kisah Hercules Yunani Meniru Legenda Baladewa India?

Sejarawan Yunani seperti Arrianus dan Diodorus Siculus dianggap telah mengutip karya termasuk kisah Megasthenes (seorang etnografer Yunani dan explorer dalam periode Helenistik, penulis karya Indika, 350-290 SM). Kisah ini telah mewakili Hercules sebagai penduduk asli India seperti yang digambarkan di orang-orang India, dia dipuja suku Surasena di kota Mathura sekitar tepi sungai Yamuna. Kisah ini mennceritakan bahwa Hercules Yunani merupakan Balarama, kakak dari Krishna. Sejumlah sarjana Oriental pada awal abad ke-19 termasuk Kapten Francis Wilford dan Kolonel James Tod, telah memberikan wawasan lebih lanjut yang mendukung kisah ini.
Balarama (Baladewa, Baladeva) seringkali digambarkan berkulit putih, jika dibandingkan dengan saudaranya Krishna berkulit biru gelap. Senjatanya adalah bajak dan gada, secara tradisional Baladewa memakai pakaian biru dan kalung dari rangkaian bunga hutan. Baladewa digambarkan memiliki fisik yang sangat kuat diaman hal ini terkait dengan nama ‘Bala’ dalam bahasa Sanskerta berarti ‘Kuat’, dan sekaligus merupakan teman kesayangan Krishna.
Kisah Hercules Yunani dan Baladewa memperkenal sosok yang kuat dan berani, mereka telah membebaskan dunia dari kejahatan monster. Kedua pahlawan digambarkan dalam seni dan patung yang memegang berbagai alat seperti kulit singa, cangkir anggur, busur dan anak panah, pedang, bajak, gada dan lainnya. Eksploitasi di India, Dewa Balarama juga berbagi elemen simbolik diantaranya ular berkepala banyak, banteng ganas, burung pemakan manusia, kuda bernapas api, yang menunjukkan bahwa kisah ini muncul dari sumber yang sama.
Menurut legenda Hercules Yunani (Hercules) pertama kali menginjakkan kaki di kota Heracleion wilayah Mesir, terletak dekat muara Sungai Nil dan sangat dekat dengan Alexandria. Sebuah kuil besar Heracles telah dibangun dan pernah dikunjungi oleh Helena dan Paris sebelum Perang Troya, karena mereka melarikan diri dari kemarahan suami Helena Menelausi. Berabad-abad kemudian, Herodotus juga mengunjungi kuil Heracles di Heracleion.
Ketika Heracles tiba di Mesir, raja yang memerintah Mesir pada waktu itu adalah Busiris, dimana peramal Oracle juga pernah menyarankan untuk membuat pengorbanan tahunan di altar Zeus untuk mengakhiri bencana kelaparan yang melanda Mesir. Kehadiran Hercules di Mesir ditangkap dan menyebabkan Mezbah, tetapi dia memecahkan rantai dan membunuh Busiris bersama-sama dengan anaknya Amphidamas.
Menurut catatan Diodorus Siculus, sebuah catatan yang dibuat sekitar tahun 50 SM berkaitan dengan kisah Hercules, dimana kisah itu menceritakan banjir besar Sungai Nil yang menenggelamkan seluruh Mesir. Prometheus merupakan pengawas dari sebuah distrik tertentu di Mesir, dia berusaha untuk menghentikan banjir tapi tidak berhasil dan bunuh diri karena putus asa. Hercules kemudian tiba tepat pada waktunya dan menghentikan banjir.
Begitupula Baladewa dikisahkan pernah mengalihkan aliran sungai Yamuna menggunakan bajak, sementara Hercules mengalihkan aliran sungai Alfeus untuk membersihkan kandang Augean. Tindakan menghentikan banjir sungai sesuai dengan kemampuan super yang secara tradisional dikaitkan dengan Hercules dan Baladewa.

Kisah Hercules Yunani Meniru Legenda Baladewa India?.

Posted in Myth | Leave a comment

Benarkah Babilonia Kuno Didirikan Raja Belus Dari Mesir?

Raja Namrud memerintah bersama Ratu Semiramis, digambarkan sebagai tiran perkasa dan salah satu makhluk yang hidup setelah banjir besar Nuh. Orang Arab meyakini bahwa setelah bencana banjir, Raja Namrud membangun kembali struktur menakjubkan termasuk di Baalbek Lebanon dengan tiga batu yang beratnya masing-masing 800 ton. Dia memerintah wilayah yang saat ini berada di Lebanon, pusat kerajaan pertama Namrud adalah Babilonia, Akkad dan tanah Sinear (Sumeria). Jadi,Namrud sebenarnya membangun kembali kerajaan yang hancur dihantam banjir besar, bukan pendiri pertama Babilonia.
Dalam teks Genesis disebutkan bahwa ayah dari Raja Namrud adalah Cush, dia dikenal sebagai Bel atau Belus, anak dari Ham sekaligus cucu dari Nuh. Cush dikenal sebagai dewa Hermes, yang berarti Anak Ham, Ham atau Khem diartikan sebagai ‘terbakar’ dan mungkin terhubung dengan ibadah menyembah matahari, sebuah jaringan dewa muncul dari Babilonia dan kemudian terhubung dengan Mesir.
Belus juga mendirikan dinasti kerajaan Babilonia kuno yang memerintah selama berabad-abad. Nebukadnezar II (562 SM) juga diceritakan telah membangun kembali dan menghiasi kota Babilonia dan menganggap dirinya telah menerima tahta dari Raja Belus. Raja Belus juga dianggap sebagai dewa setelah kematiannya dan dipuja oleh orang Ibrani sebagai Bel atau Dewa Baal.
Di Mesir, Raja Belus memainkan peran sangat signifikan yang sebagian besar tetap belum diselidiki. Sesuai dengan teks kuno, dia telah digulingkan dari seorang raja tiran bernama Busiris dan mengangkat anaknya Ramses diatas takhta Mesir, hal ini dianggap sebagai fase baru dalam sejarah Mesir. Sesuai dengan Periode Predinastik Mesir khususnya terkait Naqada I atau Periode Amratian dari tahun 4000 SM hingga 3500 SM.
Posted in Histories | Leave a comment

Pandai Besi Zaman Kuno Bukan Budak, Pengrajin Terhormat

Kondisi kering mengakibatkan beberapa bahan organik hancur termakan usia, seperti tulang, biji, buah-buahan, dan bahkan kain abad ke-10 SM. Para arkeolog menggunakan teknik penyaringan basah dimana mereka menemukan hewan Miniscule dan tulang ikan, bukti makanan yang kaya dan beragam.

Para pelebur tembaga ataupun pandai besi, diberi makanan dengan potongan daging yang lebih baik, mereka juga memakan ikan yang dibawa dari Mediterania ratusan kilometer jauhnya. Hidangan ini bukan makanan budak, tapi dianggap pengrajin logam dengan taraf sosial tinggi.

Tembaga digunakan pada saat memproduksi alat-alat dan senjata, sumber daya yang paling berharga bagi masyarakat kuno. Menurut Dr Ben Yosef, pekerja peleburan perlu berpengalaman dalam teknologi canggih yang dibutuhkan untuk mengubah bebatuan tembaga menjadi logam. Pengetahuan pandai besi sangat canggih pada saat itu, dan mungkin dianggap magis atau supranatural. Dalam membandingkan temuan ini dengan etnografis dari Afrika, arkeolog melihat para pekerja peleburan dan pandai besi seperti dipuja, bahkan dihormati dengan memberikan hewan sebagai korban.
Produksi tembaga merupakan operasional kompleks yang membutuhkan banyak tingkat keahlian. Pekerja tambang kuno di Timna mungkin saja memiliki budak atau tahanan, karena tugas ini termasuk beresiko besar dan kasar. Tetapi dalam hal peleburan mengubah batu menjadi logam, diperlukan beberapa keterampilan dan kepemimpinan. Para pekerja peleburan harus membangun tungku dari tanah liat dengan dimensi yang tepat, mengukur kadar oksigen dan arang, mempertahankan suhu 1200 derajat Celcius, menghubungkan pipa bawah, meniup udara secara teratur, dan menambahkan campuran yang tepat pada mineral. Semua itu dilakukan pandai besi untuk mendapatkan ingot tembaga dan peralatan terbaik.
Posted in Histories | Leave a comment

Misteri Batu Bergerak Death Valley Terungkap

Pengamatan mereka menunjukkan bahwa memindahkan bebatuan memerlukan kombinasi langka. Dugaan pertama, Playa terisi air cukup dalam untuk membentuk es mengambang selama malam-malam musim dingin tapi cukup dangkal untuk mengangkat batu. Suhu malam hari menurun, kolam membeku untuk membentuk lembaran es sangat tipis, hal ini berguna untuk menggerakkan batu tetapi cukup tebal untuk mempertahankan kekuatan. Ketika cuaca cerah, es mulai mencair dan hancur menjadi panel mengambang, angin melintasi Playa dan mendorong batu didepannya serta meninggalkan jejak di lumpur lunak tepat dipermukaan.

Observasi ini menentang teori sebelumnya yang mengusulkan bahwa fenomena batu bergerak terjadi akibat badai angin besar, alga licin, atau lembaran es tebal lebih mungkin berkontribusi menggerakkan bebatuan. Sebaliknya, batu bergerak dibawah kekuatan angin sekitar 3-5 meter per detik dan dibantu oleh kekuatan es setebal kurang lebih 3-5 milimeter. Batu bergerak hanya beberapa inci per detik (2-6 meter per menit), kecepatan yang hampir tak terlihat di kejauhan dan tanpa titik referensi stasioner.

Batuan tetap bergerak dimanapun selama beberapa detik sampai 16 menit. Bebatuan sering pindah beberapa kali sebelum mencapai tempat terakhir, peneliti juga mengamati jejak batu bergerak ternyata kurang terbentuk. Ada juga bukti bahwa frekuensi gerakan tampaknya membutuhkan malam dingin untuk membentuk es, mungkin telah menurun sejak tahun 1970-an karena perubahan iklim.
Posted in Science | Leave a comment

Temuan Jarum Tembaga, Logam Tertua Dunia Berusia 6000 Tahun

Yang paling penting dalam penggalian situs arkeolog ini adalah temuan jarum tembaga berukuran 4 cm. Jarum tembaga setebal 1 milimeter dimana ujungnya terbuat dari gagang kayu ditemukan oleh Prof Yosef Garfinkel dari Universitas Ibrani disebuah kuburan seorang wanita berusia sekitar 40 tahun. Pinggang wanita itu juga ditemukan sabuk yang terbuat dari 1668 manik-manik telur burung unta, dan makam ditutupi beberapa batu besar. Jarum tembaga ditemukan tepat diatas kerangka dalam kuburan tertutup yang mungkin pernah dimilikinya.

Arkeolog meyakini bahwa orang-orang pada waktu itu mulai menggunakan logam, tepatnya periode Chalcolithic Akhir. Implikasi ini memiliki dampak signifikan pada pemahaman arkeologis tentang penggunaan teknologi kompleks dan konteks sosial terkait. Hasil pemeriksaan kimia menunjukkan bahwa jarum tembaga mungkin berasal dari Kaukasus, sekitar 1000 kilometer dari Tel Tsaf. Menurut Dr Rosenberg, hubungan komersial yang dikelola masyarakat desa wilayah itu sudah dikenal sejak periode yang lebih awal. Dimana impor teknologi baru dikombinasikan dengan pengolahan bahan baku baru yang datang dari lokasi jauh ke Tel Tsaf.

Para peneliti masih belum meyakini tujuan penggunaan apa jarum tembaga, tetapi penggunaan benda logam serta sumber yang jauh menjadi saksi status sosial yang tinggi bagi kaum wanita dan pentingnya makam mereka. Jarum tembaga yang ditemukan dalam kuburan wanita merupakan salah satu penguburan paling rumit masa itu, mungkin indikasi pertama hirarki sosial dan kompleksitas terjadi saat itu. Meskipun penemuan jarum tembaga di Tel Tsaf merupakan bukti adanya puncak perkembangan teknologi diantara bangsa-bangsa wilayah tersebut, juga merupakan penemuan penting global.
Posted in Histories | Leave a comment