Misteri Batu Bergerak Death Valley Terungkap

Pengamatan mereka menunjukkan bahwa memindahkan bebatuan memerlukan kombinasi langka. Dugaan pertama, Playa terisi air cukup dalam untuk membentuk es mengambang selama malam-malam musim dingin tapi cukup dangkal untuk mengangkat batu. Suhu malam hari menurun, kolam membeku untuk membentuk lembaran es sangat tipis, hal ini berguna untuk menggerakkan batu tetapi cukup tebal untuk mempertahankan kekuatan. Ketika cuaca cerah, es mulai mencair dan hancur menjadi panel mengambang, angin melintasi Playa dan mendorong batu didepannya serta meninggalkan jejak di lumpur lunak tepat dipermukaan.

Observasi ini menentang teori sebelumnya yang mengusulkan bahwa fenomena batu bergerak terjadi akibat badai angin besar, alga licin, atau lembaran es tebal lebih mungkin berkontribusi menggerakkan bebatuan. Sebaliknya, batu bergerak dibawah kekuatan angin sekitar 3-5 meter per detik dan dibantu oleh kekuatan es setebal kurang lebih 3-5 milimeter. Batu bergerak hanya beberapa inci per detik (2-6 meter per menit), kecepatan yang hampir tak terlihat di kejauhan dan tanpa titik referensi stasioner.

Batuan tetap bergerak dimanapun selama beberapa detik sampai 16 menit. Bebatuan sering pindah beberapa kali sebelum mencapai tempat terakhir, peneliti juga mengamati jejak batu bergerak ternyata kurang terbentuk. Ada juga bukti bahwa frekuensi gerakan tampaknya membutuhkan malam dingin untuk membentuk es, mungkin telah menurun sejak tahun 1970-an karena perubahan iklim.
This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s