Ditemukan Belalang Pygmy Dalam Batu Damar 20 Juta Tahun

Dalam studi ini disebutkan bahwa sebagian besar koleksi amber (batu damar) yang ditemukan Sanderson tetap tersimpan dan terawat hingga pada akhirnya ditemukan pada tahun 2010. Sam Heads telah memberi nama Pygmy, belalang Electrotettix Attenboroughi, genus kombinasi electrum. Dalam bahasa Latin artinya “kuning” dan Tettix artinya “belalang”. Spesies ini sebelumnya dinamai oleh Sir David Attenborough, seorang naturalis Inggris dan pembuat film.
Proses penyaringan batu amber terkesan lambat dan rumit, sebagian besar amber terlihat gelap dipenuhi oksidasi hingga membuat para peneliti harus hati-hati memotong dan memoles bagian dalamnya untuk mendapatkan tampilan terbaik fosil didalamnya. Selain belalang Pygmy, Sam Heads dan rekan-rekannya juga menemukan lalat, lebah, jenis hama, semuat Azteca, tawon, kumbang kulit kayu, tungau, laba-laba, beberapa bagian tanaman dan bahkan rambut mamalia.
Belalang pygmy ditemukan dalam fragmen yang berisi tawon, semut, midges, sisa-sisa tanaman dan jamur. Amber tersebut kaya informasi yang akan memberi petunjuk tentang kebutuhan fisiologis makhluk dan sifat habitat spesis 20 juta tahun lalu. Fosil serangga memberikan banyak wawasan tentang evolusi sifat dan perilaku tertentu periode waktu itu. Sumber daya luar biasa untuk memahami dunia kuno, ekosistem dan iklim kuno yang mungkin lebih baik dari fosil dinosaurus.

 

This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s