Asal Usul Burung Terbang Terungkap Dari Evolusi Bulu Archaeopteryx

Berdasarkan investigasi pada bulu dari fosil terbaru, para peneliti mampu untuk memperjelas hubungan taksonomi antara Archaeopteryx dan spesies dinosaurus berbulu lainnya. Jika bulu telah berevolusi awalnya untuk penerbangan, kendala fungsional seharusnya membatasi jangkauan dan variasi bentuk. Pada burung primitif terlihat variasi bulu sayap kurang dalam dibandingkan bagian belakang badan atau ekor.

Pertumbuhan bulu mencapai fungsi aerodinamis secara sekunder, dan kemampuan theropoda untuk terbang berevolusi lebih dari sekali. Ketika bulu sudah tumbuh, berbagai kelompok dinosaurus pemangsa dan keturunannya bisa memanfaatkan struktur ini dengan cara yang berbeda. Hasil baru ini juga bertentangan dengan teori bahwa asal usul burung terbang merupakan evolusi dari spesies sebelumnya yang bersayap empat dan dengan cara meluncur.

Dinosaurus Archaeopteryx merupakan bentuk transisi antara reptil dan burung dan merupakan spesis yang paling terkenal, spesis burung terbang yang paling awal. Analisis ini membuktikan bahwa asal usul burung terbang modern secara langsung diturunkan dari dinosaurus predator. Banyak fosil spesies baru dinosaurus berbulu ditemukan di Cina dalam beberapa tahun terakhir telah menempatkan Archaeopteryx dalam konteks evolusi yang lebih besar.
This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s