Benua Lemuria, Legenda Tiruan Beredar Sejak Abad 19

Penduduk pribumi Australia muncul sebelum budaya Cro-Magnon Eropa, beberapa bukti ditemukan situs tentatif berusia 120 hingga 185,000 SM. Mereka memiliki beberapa kesamaan genetik dan budaya Dravida dari India selatan, dan beberapa bukti peradaban maju prasejarah pernah berdiri disana. Fosil yang berhubungan erat dengan Aborigin Australia telah ditemukan di Amerika, mereka mampu melintasi seluruh Samudra Pasifik. Pribumi Australia dan beberapa kelompok Dravida juga digunakan bumerang yang merupakan airfoil canggih. Kemudian penduduk asli dari New Guinea sudah bertani sejak 10,000 tahun yang lalu, penduduk Thailand memiliki lahan pertanian sejak 12,000 SM.

Di Indonesia, sebuah situs kuno ditemukan di lereng bukit, Piramida Gunung Padang usianya lebih dari 12,000 tahun dan terbuat dari kolumnar basal membentuk dinding dan atap. Batu tersebut terpisah satu sama lain dan cenderung sangat besar, memindahkannya ke posisi semula tidak akan mudah bahkan dengan teknologi masa kini. 

Struktur serupa juga ditemukan di perairan dangkal dan dataran rendah Nan Madol di pulau Pasifik Ponape. Reruntuhan bawah air juga ditemukan di lepas pantai India, terutama di Teluk Cambay pada kedalaman sekitar 120 meter, diperkirakan berdiri sejak tahun 9500 SM. Tentunya semua ini dibangun ketika permukaan air laut lebih rendah daripada saat ini. Struktur buatan manusia juga ditemukan di bawah laut Yonaguni, dekat Okinawa. Robert Schoch, seorang ahli geologi memperkirakan kemungkinan peradaban prasejarah lebih dari 9000 tahun. Formasi ini tidak biasa, terlihat sangat teratur dengan garis-garis lurus dan bersudut 90 derajat.
Ada juga reruntuhan kuno ditanah suku Maori, Selandia Baru. Dugaan sementara, suku Maori dan pemerintah Selandia Baru berusaha untuk menjaga kerahasiaanya atau setidaknya mencegah penggalian, tapi rumor ini belum diverifikasi. Begitupula Jericho yang berusia 10,000 tahun dan patung batu di Gobekli Tepe – Turki, membuktikan bahwa budaya maju sudah ada, tidak ada alat-alat logam atau senjata telah ditemukan disitus tertua maupun bukti tulisan. Dalam hal arkeologi, logam cenderung menimbulkan korosi kecuali emas. Tetapi orang pertama yang menemukan emas pasti akan mengambilnya ketika mengevakuasi suatu daerah, itu belum termasuk pemburu dan penjarah harta karun yang menemukannya pertama kali. Bisa kita bayangkan suatu budaya tanpa logam, namun masih memiliki arsitektur canggih dan sistem pertanian?
Jadi, bagaimana dengan benua Lemuria? Dimana sebenarnya Lemuaria? Bukti fosil seluruh dunia menceritakan latar belakang peradaban tenggelam sejak zaman es akhir sekitar 9000-12,000 tahun lalu.

Dari kisah mistis, legenda dan bukti arkeologi, kisah Mu ataupun Lemuria mungkin hanya salah satu kasus karya tulis abad ke-19 yang secara tidak sadar meniru kehidupan lain, Atlantis. Dan kebanyakan orang meyakini bahwa kisah yang disebarkan sejak abad ke-19 merupakan cerita kebenaran. 

Sebuah sugesti yang secara langsung menarik perhatian pencarian Benua Lemuria, tapi tak satupun teori dapat membuktikan dimana letak sebenarnya? Berbagai pendapat dilontarkan, benua Lemuria berada di Samudera Hindia, meliputi kepulauan Asia Tenggara, Jepang dan Pasifik. Bahkan lebih daripada itu menyatakan daratan Lemuria terbentang dari Samudera Hindia, Asia tenggara, hingga Pasifik dan menyentuh California? Tak satupun bukti geologi bisa membenarkan pernyataan diatas.

 

This entry was posted in Histories. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s