Air Dibawah Permukaan Bumi Lebih Dari Tiga Kali Air Laut

Dalam penemuan terdahulu, ilmuwan telah menemukan sepotong mineral Ringwoodite dalam berlian berasal dari kedalaman 400 kilometer disalah satu gunung berapi Brasil. Mineral Ringwoodite hanya sebagian kecil dan satu-satunya sampel dari dalam Bumi yang berisi deposito air terikat dalam bentuk padat di mineral.
Selama bertahun-tahun Jacobsen telah mensintesis Ringwoodite berwarna safir di laboratorium Northwestern. Dia mereaksikan mineral Olivin hijau dengan air pada kondisi tekanan tinggi, dimana mantel atas Bumi diduga kaya mineral Olivin. Mereka menemukan bahwa lebih dari satu persen dari berat struktur kristal Ringwoodite terdiri dari air. Menurut Jacobsen, Ringwoodite menyerap air, ada sesuatu yang sangat khusus pada struktur kristal Ringwoodite yang memungkinkan menarik hidrogen dan air terperangkap. Mineral ini dapat mengandung banyak air dibawah permukaan bumi, khususnya mantel bumi.
Temuan Jacobsen membuktikan lelehan parsial atau magma yang sama dengan yang terdeteksi dibawah Amerika Utara menggunakan gelombang seismik. Karena mantel dalam berada diluar pengamatan langsung dari para ilmuwan, mereka menggunakan gelombang seismik untuk menggambar interior bumi. Data seismik dari USArray memberi gambaran lebih jelas dari struktur internal bumi di bawah Amerika Utara. Pencairan yang terlihat tampaknya didorong subduksi bahan mantel dari permukaan.
Batuan di zona transisi dapat menyimpan banyak H2O, tapi batu-batu dibagian atas mantel hampir tak dapat menampung apapun. Air yang terkandung dalam Ringwoodite di zona transisi dipaksa keluar ketika masuk ke dalam mantel bagian bawah dan membentuk mineral lebih tinggi (Perovskit Silikat) yang tidak dapat menyerap air. Hal ini menyebabkan batu pada batas antara zona transisi dan mantel bagian bawah mencair sebagian. Diperkirakan hanya sedikit meleleh sekitar satu persen, hal ini dideteksi dengan sistem array baru pada seismometer, karena pencairan air dibawah permukaan bumi akan memperlambat kecepatan gelombang seismik.
This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s