Ilmuwan Buktikan, Bulan Terbentuk Dari Tabrakan Bumi Dan Theia

Penelitian ini dipimpin Dr Daniel Herwartz dari Jerman, dia dan timnya telah menggunakan teknik lebih halus untuk membandingkan rasio 17O/16O pada sampel bulan dan sampel Bumi. Pada awalnya ilmuwan menggunakan sampel batuan Bulan yang jatuh ke Bumi atau melalui meteorit.
Tetapi sampel meteorit telah bertukar isotop dengan air di Bumi, sehingga memaksa ilmuwan mencari sampel murni. Sampel murni selama ini dikumpulkan NASA sejak dari misi Apollo 11, 12 dan 16, dimana sampel yang dibawa langsung dari Bulan mengandung rasio isotop lebih tinggi dari 17O/16O daripada sample meteor yang jatuh ke Bumi.
Menurut Dr Herwartz, perbedaan kecil sulit dideteksi, tetapi kemiripan ini pasti ada. Dengan kata lain bahwa tabrakan antar dua benda besar pernah terjadi dan akan memberikan gambaran geokimia planet Theia. Ilmuwan menganggap planet Theia mirip dengan E-type Chondrites. Jika dugaan ini benar maka ilmuwan bisa memprediksi komposisi geokimia dan isotop Bulan, karena bulan merupakan perpaduan dari planet Theia dan Bumi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa banyak materi kimia planet Theia berada di Bulan. Kebanyakan model memperkirakan bahwa Bulan terdiri dari materi Theia sekitar 70 persen hingga 90 persen, selebihnya berasal dari Bumi. Beberapa model teori justru memperdebatkan bahwa materi Theia hanya berkisar 8 persen di Bulan.
This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s