Mega-Earth, Jenis Baru Planet Raksasa Kepler-10c

Tim astronom menggunakan instrumen HARPS-Telescopio Nazionale Galileo (TNG) di Kepulauan Canary untuk mengukur massa Kepler-10c. Mereka menyimpulkan bahwa massa planet Kepler-10c sekitar 17 kali lipat massa Bumi. Temuan ini menjelaskan bahwa Kepler-10c memiliki permukaan padat batu dan padatan lainnya, dan tidak kehilangan atmosfer dari waktu ke waktu .
Teori pembentukan planet sulit menjelaskan bagaimana planet raksasa seperti itu seperti tercipta, planet berbatu dan besar ternyata bisa berkembang. Astronom Lars A Buchhave menemukan korelasi antara periode planet (berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit bintangnya) dan ukuran di mana transisi planet terjadi dari berbatu menjadi gas, tentunya hal ini mendukung bahwa planet raksasa sejenisMega-Earth akan ditemukan.
Penemuan planet Kepler-10c juga berimplikasi besar dalam sejarah alam semesta dan adanya kemungkinan kehidupan. Usia sistem Kepler-10 sekitar 11 miliar tahun atau terbentuk kurang dari 3 miliar tahun setelahBig Bang. Alam semesta awalnya hanya berisi hidrogen dan helium, unsur yang lebih berat dibutuhkan untuk membuat planet berbatu seperti silikon dan besi, dan menciptakan generasi bintang pertama.
Ketika ledakan bintang terjadi, menyebarkan bahan-bahan penting di ruang angkasa yang kemudian ditarik untuk membentuk generasi bintang dan planet selanjutnya. Proses ini telah terjadi miliaran tahun, planet raksasa Kepler-10c menjelaskan bahwa alam semesta dapat membentuk bebatuan besar ketika elemen berat masih langka.
This entry was posted in Space. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s