Ilmuwan: Tak Ada Medan Magnet Setelah Big Bang

Profesor Gianluca Gregori fisikawan asal Oxford mengatakan, pada kenyataannya hukum fisika dimanapun tetap sama dan proses fisik dapat ditingkatkan dari satu ke yang lainnya dengan cara sama. Seperti gelombang yang dibuat dalam ember sebanding dengan gelombang di laut. Percobaan ini melengkapi pengamatan peristiwa tersebut, khususnya memahami medan magnet yang terjadi pada supernova Cassiopeia A.
Menurut Jena Meinecke, Simulasi medan magnet sangat penting untuk menyimpulkan efek yang terjadi dan menyatakan mekanisme yang terjadi berperilaku sesuai dengan teori. Medan magnet alam semesta berkisar Quadrillionths Gauss, beberapa Microgauss berada di Galaksi dan Gugus Galaksi. Bintang bisa saja memiliki ribuan Gauss lebih besar dari matahari. Sepeti Bintang neutron yang terbakar intimya, hal ini menunjukkan medan magnet bisa saja terbesar melebihi Quadrillions gauss.
Tahun 2012 lalu, tim Gregori berhasil menciptakan medan magnet di laboratorium melalui mekanisme baterai Biermann. Tapi, bagaimana mungkin ‘benih medan magnet’ berkembang hingga berukuran raksasa diantara bintang? Gregori dan rekannya telah menunjukkan penjelasan tambahan tentang medan magnet disebabkan oleh turbulensi (keadaan yang ditandai ketidakstabilan dan pergerakan acak dalam setiap skala).
This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s