Letusan Vulkanik Kalkarindji Australia, Kepunahan Massal Pertama

Tidak hanya itu, ilmuwan juga menemukan bahwa letusan vulkanik Kalkarindji sama persis seperti yang terjadi pada periode kepunahan Kambrium. Pengukuran penipisan sulfur dioksida pada batuan vulkanik menunjukkan bahwa sulfur terlempar ke atmosfer selama terjadinya letusan. Sebagai perbandingan, ketika gunung berapi Pinatubo meletus pada tahun 1991, debit sulfur dioksida yang dihasilkan menurunkan rata-rata suhu global selama beberapa tahun setelah letusan.

Seandainya letusan kecil seperti yang terjadi pada gunung Pinatubo dapat mempengaruhi iklim global, bagaimana efek letusan vulkanik Kalkarindji yang luasnya setara dengan ukuran negara bagian Australia Barat?

Ilmuwan kemudian membandingkan letusan vulkanik Kalkarindji dengan vulkanik daerah lain, proses yang paling mungkin terjadi kepunahan massal adalah osilasi iklim yang cepat dipicu letusan gunung berapi yang memancarkan sulfur dioksida sekaligus memuntahkan gas rumah kaca metana dan karbon dioksida.
Korelasi kronologis yang ditemukan sangat sempurna antara besar letusan gunung berapi dan pergeseran iklim serta kepunahan massal sepanjang sejarah kehidupan selama 550 juta tahun terakhir. Dr Jourdan mengatakan, osilasi iklim yang cepat dihasilkan letusan vulkanik Kalkarindji akan membuat sulit berbagai spesies untuk beradaptasi. Pada akhirnya akan mengakibatkan kematian, dan penelitian ini untuk lebih memahami lingkungan yang terjadi saat ini.
This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s