Asal Usul Air Di Bulan Berasal Dari Bumi

Air yang terperangkap di vulkanik atau zat kimia terikat dalam butiran mineral batuan bulan. Bebatuan yang berasal dari beberapa daerah pedalaman bulan diduga mengandung lebih banyak air daripada batuan wilayah lain. Komposisi isotop hidrogen pada air juga bervariasi beberapa wilayah, bahkan jauh lebih dramatis daripada air di Bumi.
Bulan terbentuk dari dampak tabrakan planet Bumi dan planet berukuran Mars. Terbentuk dari puing-puing yang tersisa ketika benda raksasa seukuran Mars menghantam Bumi sekitar 4,5 juta tahun lalu. Ilmuwan telah lama memperkirakan panas dari dampak peristiwa akan mengakibatkan hidrogen dan unsur volatil lain mendidih dan terlepas ke angkasa. Air di Bulan diaggap sebagai fitur pelacak yang pada saat tercipta bersuhu panas, sebagian gas berupa silikat, sebagian magma yang mengelilingi Bumi berada di Bulan setelah dampak tersebut.

Sumber air di Bulan memiliki implikasi penting dalam menentukan sumber air bumi. Dalam hal ini ada dua kemungkinan yaitu, air di Bulan diperoleh dari Bumi selama terjadinya tabrakan planet, atau air di Bulan telah ditambah dari komet dan asteroid. Atau mungkin saja air di Bulan berasal dari kombinasi keduanya.

Ketika air pertama kali ditemukan pada sampel bulan tahun 2008, ilmuwan tidak meyakini bahwa batu itu mengandung air. Hal ini diperkuat pada tahun 1984, dimana teori menyebutkan bahwa Bulan terbentuk dari tabrakan dua planet yang menyebabkan hilangnya bahan kimia yang mudah menguap.
This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s