Benarkah Ratu Hatshepsut Mengambil Musa Di Sungai Nil?

Musa hidup dikerajaan Mesir dimana Ratu Hatshpsut ramah dan baik terhadapnya, beberapa catatan sejarah menyebut hubungan mereka sebagai ‘Pecinta’ meskipun perbedaan usia hampir 10 tahun. Dalam hal prestasi, Musa hampir memperoleh 20 titel jabatan yang langsung diberi Ratu Hatshepsut, mulai dari Vizier hingga Kepala Arsitek Kerajaan. Titel terakhir yang diberikan pada Musa adalah ‘Saudara Ibu’ sehingga diklaim sebagai ‘Saudara Para Dewa’ dengan orang tuanya. 

Dalam sejarah arkeologi, Ratu Hatshepsut memiliki keturunan tetapi tidak ada ahli waris kerajaan yang bisa menggantikan takhta, kecuali putrinya Nefrure yang meninggal sekitar usia 16 tahun. Berkisar antara tahun ke-11 dan 16 pemerintahan ibunya. Hatshepsut menikah dengan Thutmoses II yang tak lain adalah kakaknya sendiri dan meninggal karena sakit-sakitan, setelah kematian suami, dia diangkat sebagai ahli waris.
Hatshepsut menjadi pemimpin Mesir seperti benar-benar merebut tahta suaminya, mendominasi pemerintahan sebagai Firaun hingga hari akhir hayat sekitar 1482 SM. Menariknya, anak tiri Hatshepsut yang menjadi Thutmoses III memiliki kebencian mendalam setelah ibunya meninggal, hal itu tercermin ketika mengadopsi Musa. Musa, salah seorang yang bisa menggeser tahta Firaun sehingga menyebabkan Thutmoses III tidak tergambar pada dinding istana.
This entry was posted in Histories. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s