Ditemukan, Sperma Raksasa Ostracoda 23 Kali Ukuran Manusia

Dalam studi mikroskopis, fosil berisi organ internal Ostracods yang terawetkan termasuk organ seksual, sel sperma raksasa hampir sempurna dan mengandung kromosom DNA. Selain itu, fosil terawetkan juga memiliki organ Zenker (Chitinous) yang merupakan otot untuk mentrsnfer sperma kepada betina.

Studi mikroskopis telah memperkirakan panjang fosil sperma raksasa berkisar 1,3 milimeter, sekitar 23 kali lebih besar dari sperma manusia yang berukuran 0,055 mm. Sekitar 17 juta tahun lalu, Bitesantennary Site adalah sebuah gua ditengah-tengah ragam hayati hutan hujan yang luas. Ostracoda berkembang digenangan air dalam gua yang terus menerus diperkaya kotoran ribuan kelelawar. 

Prof Suzanne Hand adalah spesialis kelelawar dan berperan dalam penelitian ekologi dan lingkungan di Riversleigh, menurutnya kelelawar bisa memainkan peran dalam pelestarian sel sperma raksasa Ostracoda. Kestabilan hujan telah membuat kotoran kelelawar dalam air mengandung tingkat fosfor tinggi yang bisa membantu menetralisasi jaringan lunak.
Penemuan lain di Riversleigh termasuk serangga dengan otot internal yang terawetkan karena bakteri, hewan ini berusaha mengkonsumsi jaringan lunak sperma raksasa Ostracoda, yang semuanya berasal dariperiode Miosen awal.
This entry was posted in Histories, Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s