Wabah Black Death Ternyata Membuat Penderita Berumur Panjang

Penelitian ini telah memberi dimensi baru dalam mempelajari wabah Black Death dan memberi tampilan pertama kehidupan perempuan dan anak-anak selama wabah melanda. Penelitian tentang Black Death jarang terjadi karena sampel yang digunakan sangat jarang, hanya beberapa sampel besar yang jelas berasal dari abad ke-14 saat Black Death terjadi.

Menurut analisis Sharon Dewitte, Black Death yang terjadi pada abad ke-14 bukan wabah pemusnah massal, melainkan ditujukan kepada orang yang lebih lemah dari segala sisi termasuk usia dan fisik. Orang yang selamat dari Black Death mengalami masa perbaikan kesehatan dan berumur panjang dimana rata-rata tutup usia berkisar 70 hingga 80 tahun dibandingkan orang yang hidup sebelum wabah melanda.

Kondisi fisik membantu kelangsungan hidup pasca Black Death, dimana kesehatan tidak selalu sama tetapi menjelaskan kondisi daya tahan tubuh bertahan dalam melawan wabah penyakit yang berulang. Secara langsung maupun tidak langsung, wabah Black Death sangat kuat membentuk pola kematian berkelanjutan selama beberapa generasi setelah berakhirnya epidemi.

 

Referensi

 

New Study Sheds Light on Survivors of the Black Death, 07 May 2014, by University of South Carolina. Sharon N DeWitte, Mortality Risk and Survival in the Aftermath of the Medieval Black Death. PLoS ONE, 2014. Triumph of death, image courtesy of Pieter Brueghel the Elder (1526/1530–1569).
This entry was posted in Histories. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s