Benua Antartika Berubah Dingin Sejak Periode Miosen

Menurut penelitian sebelumnya, lapisan es benua Antartika berkembang dengan ukuran yang sama seperti saat ini sejak periode 100,000 tahun lalu. Proses perubahan iklim diatur selama periode waktu itu dan meningkatkan efek pendinginan. Lapisan es benua Antartika yang diperluas semakin banyak melepaskan energi matahari ke ruang angkasa. Hal ini diakibatkan udara diatas benua dingin dan angin lepas pantai yang kuat berhembus diatas lautan, kemudian air menjadi dingin dan menciptakan lautan es.

Tetapi hasil analisa Dr Gregor Knorr dan rekan tim lainnya mengungkapkan bahwa kondisi iklim awal saat itu suhu udara diatas benua sebenarnya menurun hingga 22 derajat Celcius ketika lapisan es mulai terbentuk yang menyebabkan pendinginan dibeberapa daerah Samudera Selatan. Disaat yang sama suhu permukaan di laut Weddell meningkat hingga 6 derajat Celcius.

Hasil penelitian menunjukkan pemahaman proses iklim melalui model untuk menggambarkan sejarah iklim pada periode Miosen, dan menegaskan bahwa mekanisme umpan balik antara faktor iklim individu secara substansial lebih kompleks daripada penelitian sebelumnya.
Model yang digunakan tidak secara langsung mensimulasikan skenario perubahan iklim selama 100 tahun, dimana analisis ini sebenarnya memberi gambaran lebih halus dan perubahan iklim benua Antartika tidak diperhitungkan secara detil. Hal ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang iklim sebenarnya yang telah terjadi sejak periode Miosen, 14 juta tahun lalu.
This entry was posted in Histories, Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s