Gletser Antartika Mencair Cepat, Mengulang Sejarah 8000 Tahun Lalu?

Apa yang terjadi 8000 tahun yang lalu? Analisis sebelumnya menyebutkan tren karbon dioksida dan metana pada tingkat atmosfer sudah terjadi sejak zaman es terakhir. Tingkat karbon dioksida sekitar 11000 dan 8000 tahun lalu sangat tinggi dan kemudian secara bertahap menurun, hal ini juga sama dengan tingkat metana 5000 tahun yang lalu.

Pada waktu itu, belahan bumi lain mengalami fase pendinginan secara tiba-tiba, hal ini diperkuat dengan penemuan fosil unta yang membeku. Fase kritis terjadi 8000 tahun lalu, evolusi tidak terjadi kecuali ekologi secara tiba-tiba berubah, atau dengan kata lain kepunahan mendadak. 

Tragedi ini mengisyaratkan kehidupan lain berkembang dengan cepat karena perubahan menyerang wilayah lain. Zaman es terakhir diperkirakan 11000 hingga 10000 tahun lalu, gletser besar meleleh dengan cepat. Makhluk hidup bergerak ke utara hingga 8000 tahun lalu dan sebagian besar telah punah dengan kecepatan luar biasa. Fenomena ini hampir mirip dengan yang terjadi saat ini di Antartika, begitu pula dengan hulu gletser Greenland juga mengalami perubahan. Dan wilayah lain yang begitu kering secara tiba-tiba mulai membeku, seperti turunnya salju di Arab Saudi.
Diperkirakan selama dua dekade Antartika telah kehilangan lapisan es secara cepat, kekhawatiran yang timbul atas wilayah lapisan es lain mungkin juga akan menghilang dimasa mendatang. Model proyeksi masa depan gletser Antartika di pulau Pine memiliki ketidakpastian, ada banyak pertanyaan yang belum terjawab sehingga harus menghabiskan waktu dan ketekunan dalam menganalisa kenaikan permukaan air laut dimasa depan.
Penipisan gletser memberikan bukti perubahan lapisan es masa lalu sehingga membantu ilmuwan untuk memprediksi kemungkinan perubahan selanjutnya. Tim ahli geologi menggunakan teknik penanggalan yang sangat sensitif untuk melacak penipisan gletser Antartika khususnya pulau Pine, dimana hasilnya menunjukkan penipisan lapisan es terakhir juga telah berlangsung selama beberapa dekade sekitar 8000 tahun yang lalu.
Menurut Joanne Johnson dari British Antartic Survey (BAS), data yang mereka peroleh menggambarkan sejarah gletser Antartika di pulau Pine secara lebih rinci daripada sebelumnya. Fakta yang diperoleh menandakan penipisan begitu cepat dimasa lalu dan seberapa sensitif pengaruhnya terhadap perubahan lingkungan. Perubahan kecil bisa saja mengahasilkan situasi dramatis dan bertahan lama, mungkin Antartika kehilangan es dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.
Profesor Mike Bentley, dari Durham University mengatakan bahwa analisis tersebut merupakan bagian dari berbagai upaya ilmiah internasional untuk memahami perilaku gletser Antartika. Hal ini penting, tim ilmuwan menghabiskan sampel batuan pegunungan Antartika dan memakan waktu ketika menganalisis di laboratorium. Tetapi hasilnya sangat jelas menunjukkan bahwa penipisan gletser sangat mendadak juga terjadi 8000 tahun yang lalu, sama seperti yang terjadi saat ini.

Referensi

Press Release – Previous rapid thinning of Pine Island Glacier sheds light on future Antarctic ice loss, 20 Februari 2014, by British Antarctic Survey. Journal ref; Rapid thinning of Pine Island Glacier in the early Holocene. Science, 20 February 2014.
This entry was posted in Science and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s