Warna Dinosaurus Berbeda Setelah Evolusi Dan Seleksi Seksual

Melanosom saat ini telah menjadi sumber penelitian terbaru yang menyebabkan para ilmuwan mampu mengungkap warna spesimen fosil kuno yang ditutupi bulu. Melanosom mengandung melanin, menyerap cahaya pigmen yang biasa ditemukan pada hewan. Paleontolog biasanya meneliti melanosom dari spesimen fosil sehingga diperoleh beberapa warna termasuk Fuzzy yang ditemukan berbulu Sinasauropteryx, spesisMicroraptor dan Anchiornis.
Tahun 2010 lalu, peneliti asal Amerika Serikat mempelajari kerangka Anchiornis, troodontid dari formasi Yixian, Cina. Bulu fosil masih dalam kondisi terawat dan ditemukan melanosom yang berguna untuk menentukan warna dinosaurus. Dengan menganalisis bentuk melanosom, ahli paleontoligi mampu mengetahui bulu hitam, putih dan abu-abu diseluruh tubuhnya, dan hanya puncak kepala yang berwarna merah.
Tim peneliti menemukan bahwa dinosaurus manuraptoran kuno, paravians, dan mamalia hidup serta burung unik, berbagi perkembangan evolusi beragam bentuk dan ukuran melanosom. Evolusi melanosom pada organisme menimbulkan kemungkinan bentuk dan ukuran menghasilkan wawasan baru fisiologi dinosaurus. Menurut analisis, warna dinosaurus sangat sesuai dengan beberapa spesis dan warna dinosaurus lainmungkin lebih sulit dari yang diperkirakan.

Warna Dinosaurus Berbeda Setelah Evolusi Dan Seleksi Seksual.

This entry was posted in Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s