Bahan Kimia Terbarukan, Solusi Baru Tingkatkan Biofuel

Tim peneliti menggunakan bahan aditif karbon dioksida cair untuk membuat solusi pemisahan, hal ini terlihat seperti minyak dan cuka. Kimia terbarukan ini dianggap aman dan tidak beracun sehingga aditif bisa dipisahkan dengan cara sederhana, kemudian GVL bisa digunakan kembali. Dari segi ekonomi, proses ini menunjukkan teknologi kedepan bisa menghasilkan etanol dengan penghematan biaya sekitar 10 persen dibandingkan metode pengembangan biofuel saat ini.
Menurut James Dumesic dan Michel Boudart, mereka telah meneliti penggunaan GVL sebagai pelarut dalam konversi biomassa bahan kimia terbarukan (furan) selama beberapa tahun terakhir. Studi ini memberikan kondtribusi baru untuk landskap biofuel yang menghasilkan empat aplikasi paten dan memperoleh pengakuan atas potensi komersial GVL dari Program Accelerator WRF. Program uji ini juga membantu lisensi teknologi tinggi potensial lebih cepat dengan mengatasi rintangan tertentu dengan menargetkan dana dan saran ahli dari mentor bisnis berpengalam dibidang terkait.

Sumber: Bahan Kimia Terbarukan, Solusi Baru Tingkatkan Biofuel.

This entry was posted in Energy and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s